Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Ilmuwan Ciptakan Anjing Modifikasi...
BERITA

Ilmuwan Ciptakan Anjing Modifikasi Genetik Bebas Alergi, Terobosan Baru Dunia Hewan Peliharaan

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 10 Agustus 2026
Ilustrasi anjing beagle hasil modifikasi genetik bebas alergi menggunakan teknologi CRISPR

Ilustrasi anjing beagle hasil modifikasi genetik bebas alergi menggunakan teknologi CRISPR

Proses rekayasa genetika pada hewan peliharaan kini mencatatkan sejarah baru setelah ilmuwan berhasil menciptakan anjing modifikasi genetik yang sepenuhnya bebas dari protein penyebab alergi. Sebagaimana dilaporkan dalam jurnal ilmiah, terobosan ini digadang-gadang bakal merevolusi industri hewan peliharaan global serta membuka peluang lebar bagi masyarakat yang selama ini mengalami kendala alergi bulu atau air liur anjing.

Berdasarkan laporan The CRISPR Journal, dua ekor anak anjing beagle bernama Bailey dan Alfie lahir pada September 2024 setelah melalui proses targeted genetic knockout. Perusahaan bioteknologi di balik riset ini, Kindred Companion Sciences, menyatakan bahwa kedua anak anjing tersebut menunjukkan pertumbuhan serta perkembangan yang sangat sehat tanpa kendala berarti.

Mengutip laporan dari Associated Press, anjing yang selama ini dianggap hypoallergenic seperti jenis poodles tetap memproduksi protein pemicu alergi yang dapat ditemukan pada air liur, rambut, dan dander hewan tersebut. Namun melalui pemanfaatan teknologi CRISPR, para ilmuwan berhasil mengeliminasi protein utama bernama Can f 1 secara total sehingga tidak terdeteksi dalam sampel pengujian.

Dari analisis pengamatan, langkah inovatif ini menandai pergeseran besar dalam dunia sains mengingat upaya penanganan alergi hewan sebelumnya hanya berfokus pada mitigasi hilirisasi dan kebersihan rumah tangga. Pakar genetika dari University of California Berkeley, Fyodor Urnov, menyatakan bahwa penerapan teknologi penyuntingan gen semacam ini harus diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan nyata yang dihadapi umat manusia.

Meskipun demikian, sejumlah tantangan dan pertanyaan masih mengiringi keberhasilan ilmiah ini termasuk adanya protein alergen minor lain yang belum sepenuhnya dihilangkan dari tubuh anjing. Para peneliti tetap optimis bahwa inovasi ini mampu menjadi solusi revolusioner bagi sekitar 10 hingga 20 persen populasi dunia yang menderita alergi terhadap hewan peliharaan.

Pendiri Kindred Companion Sciences, Matt Walker, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas keberhasilan eksperimen genetika yang telah lama dinantikan oleh para pecinta hewan. Sementara itu, ahli bioetika dari New York University, Arthur Caplan, menilai bahwa terobosan ini memberikan angin segar bagi banyak orang untuk memelihara hewan, meskipun tetap perlu diwaspadai dampaknya terhadap adopsi hewan liar.

Topics
anjing modifikasi genetik alergi anjing crispr kindred companion sciences kesehatan hewan teknologi sains
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.