Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Inggris Diterjang Banjir Bandang,...
BERITA

Inggris Diterjang Banjir Bandang, Hujan Lebat Guyur Tanah Kering

By Dewi Lestari 1 min read 21 Agustus 2026
Inggris menghadapi ancaman banjir bandang akibat hujan lebat yang mengguyur tanah kering

Inggris menghadapi ancaman banjir bandang akibat hujan lebat yang mengguyur tanah kering

Badan meteorologi Inggris, Met Office, mengeluarkan peringatan serius terkait potensi banjir bandang menyusul kembalinya curah hujan tinggi yang mengguyur berbagai wilayah di seluruh negeri.

Kondisi cuaca ekstrem ini datang setelah musim panas yang ditandai oleh gelombang panas berkepanjangan serta cuaca kering, yang menyebabkan hampir seluruh wilayah Wales dan sebagian besar Inggris mengalami kekeringan.

Berdasarkan data dari Environment Agency, wilayah barat laut Inggris mencatatkan curah hujan tertinggi dalam 24 jam terakhir, dengan kawasan Morecambe di Lancashire mencatat curah hujan hingga 52,5 milimeter.

Mengutip laporan media The Independent, ahli meteorologi senior Met Office, Craig Snell, menjelaskan bahwa hujan lebat yang turun secara tiba-tiba di atas tanah yang sangat kering membuat air tidak dapat terserap secara optimal oleh tanah.

Akibat dari kondisi tersebut, sejumlah titik di wilayah barat laut dan pesisir selatan Inggris mulai mengalami genangan serta banjir lokal yang berdampak langsung pada aktivitas warga setempat.

Sementara itu, National Drought Group bersama Departemen Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan terus memantau situasi ini secara intensif, mengingat cadangan air di berbagai waduk dilaporkan masih berada di bawah tingkat normal tahun ini.

Topics
banjir bandang inggris cuaca ekstrem met office kekeringan berita internasional
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.