Dunia survei politik di Amerika Serikat kembali diguncang oleh pengakuan mengejutkan setelah firma polling kedua tertangkap basah merekayasa data dalam pemilihan pendahuluan yang krusial.
Berdasarkan laporan media The Independent, kontroversi ini bermula ketika pengawas pemilu FiftyPlusOne menemukan kejanggalan pada hasil jajak pendapat yang dirilis oleh The Public Sentiment Institute terkait persaingan pemilihan gubernur.
Dalam investigasinya, terungkap bahwa firma tersebut secara sengaja mengubah jawaban dari sejumlah responden agar memihak kepada salah satu kandidat tertentu yang mendanai survei tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTindakan manipulatif ini langsung menuai kecaman keras dari berbagai pihak dan dinilai sebagai pelanggaran telak terhadap standar etika serta transparansi dalam industri riset politik.
Pengakuan dari firma tersebut semakin memperparah krisis kepercayaan publik terhadap lembaga survei, terutama setelah insiden serupa yang melibatkan penyebaran data palsu di media sosial baru-baru ini.
Para pengamat menilai bahwa rentetan skandal manipulasi data ini akan berdampak panjang pada kredibilitas lembaga jajak pendapat dalam memandu opini publik menjelang pesta demokrasi.