Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengambil langkah proaktif untuk menjamin kesiapan para garda terdepan penanganan bencana. Bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis, BPBD Jatim melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap 100 orang relawan bencana yang bertugas di wilayah Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah Jepang, Universitas Budi Luhur, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam pelaksanaannya, Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN bertindak sebagai mitra dari Chiba Institute of Science (CIS) Jepang untuk memfasilitasi pemeriksaan tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengungkapkan bahwa inisiatif ini penting dilakukan mengingat beratnya medan tugas yang dihadapi oleh para sukarelawan, baik dari unsur Tagana maupun Masyarakat Peduli Api (MPA). Menurut Gatot, pengecekan ini bertujuan memotret kesiapan fisik sekaligus kondisi psikologis relawan dalam menghadapi situasi tanggap darurat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Alhamdulillah hari ini kami berkolaborasi dengan Pemerintah Jepang, Universitas Budi Luhur, dan BRIN untuk melakukan pengecekan kesehatan terhadap kondisi fisik teman-teman relawan," ujar Gatot saat diwawancarai pada Rabu 19 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Gatot menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan ini tidak hanya berhenti pada deteksi penyakit fisik semata. Data yang terkumpul akan diteliti lebih mendalam oleh tim dari Jepang untuk memahami profil risiko kesehatan para relawan, termasuk dampaknya terhadap kehidupan pribadi dan keluarga mereka sebagai tulang punggung ekonomi.
"Dari pengecekan ini nantinya diharapkan bisa diketahui potensi relawan ini bisa mengidap penyakit apa, lalu juga secara psikologisnya bagaimana. Ini nanti akan diteliti secara mendalam oleh teman-teman dari Jepang," kata Gatot menambahkan.
Sebagaimana diwartakan oleh RRI, Jawa Timur memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi, sehingga peran aktif relawan menjadi kunci krusial dalam mitigasi dan penanganan darurat. Pihak BPBD Jatim berharap hasil dari pemeriksaan komprehensif ini dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesiapan operasional para relawan ke depannya.