Jajak pendapat Quaest yang dirilis baru-baru ini menunjukkan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva unggul tipis atas Senator Flavio Bolsonaro menjelang pemilihan presiden pada Oktober mendatang. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, pertarungan politik di negeri Samba tersebut semakin memanas seiring ketatnya selisih elektabilitas kedua kandidat utama.
Sebagaimana dilaporkan dalam survei yang ditugaskan oleh grup media Globo, Lula memimpin dengan perolehan 43 persen berbanding 40 persen atas Bolsonaro dalam simulasi putaran kedua. Angka tersebut menempatkan persaingan dalam posisi seimbang mengingat margin kesalahan survei berada di angka dua persen.
Mengutip laporan terkait dinamika pemilu, Flavio Bolsonaro yang merupakan putra sulung mantan Presiden Jair Bolsonaro kini tampil sebagai tokoh utama kubu politik kanan. Kehadirannya menggantikan sang ayah yang sebelumnya dijatuhi larangan berpolitik oleh pengadilan pemilu tertinggi di Brasil.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis Kabayan News, kampanye petahana Lula sarat dengan isu kedaulatan nasional serta perlindungan kekayaan mineral strategis dari pengaruh asing. Isu tersebut diangkat di tengah dinamika hubungan luar negeri yang melibatkan tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Dengan pelaksanaan pemilihan yang tinggal menghitung bulan, konstelasi politik Brasil diprediksi terus bergejolak. Kedua kubu kini berupaya keras memikat suara pemilih mengambang guna mengamankan kemenangan pada pemilu mendatang.