Kabar buruk menimpa sang juara bertahan Premier League, Arsenal. Bek tengah andalan mereka, William Saliba, dilaporkan harus menepi dari lapangan hijau hingga lima bulan ke depan setelah mengalami cedera parah saat membela timnas Prancis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Saliba terpaksa ditarik keluar lapangan saat Prancis menelan kekalahan dari Spanyol di babak semifinal Piala Dunia. Bek berusia 25 tahun itu diketahui telah bermain menahan rasa sakit sejak Maret lalu, namun rasa sakit pada cedera punggungnya menjadi "tak tertahankan" dalam laga krusial tersebut.
Pemain lini belakang Les Bleus itu tertatih-tatih meninggalkan lapangan ketika Prancis tertinggal 0-1 dari skuad asuhan Luis de la Fuente. Kehilangan Saliba tentu menjadi pukulan telak bagi Mikel Arteta yang tengah berambisi mempertahankan gelar juara Premier League musim ini.
Saliba kemungkinan besar harus menjalani operasi akibat retak pada tulang punggungnya. Masalah ini serupa dengan cedera yang pernah ia diderita menjelang akhir musim 2022/2023 silam, yang kala itu juga mengganggu momentum juara The Gunners.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis, cedera Saliba sebenarnya tidak memburuk. Namun, rasa sakit yang dialami sang bek andalan sudah berada di titik yang tidak lagi bisa ditoleransi.
"William Saliba mengalami cedera dan ini menjadi masalah. Dia sudah menjalani beberapa pemeriksaan. Cederanya tidak memburuk, dia sudah menghadapi cedera ini sejak Maret. Dia merasakan sakit dan sayangnya rasa sakit itu sudah tidak tertahankan lagi," ujar Deschamps menjelang laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris.
Hingga saat ini, pihak Arsenal belum memberikan indikasi resmi mengenai linimasa pemulihan sang pemain. Meski demikian, sejumlah media Prancis memperkirakan Saliba akan absen dalam waktu yang cukup lama karena kekhawatiran atas kambuhnya cedera lama tersebut.
Di sisi lain, laga melawan Inggris akan menjadi momen emosional bagi Deschamps yang bakal menyudahi masa jabatannya yang luar biasa selama 15 tahun menakhodai timnas Prancis.
"Di dalam kepala saya, saya tahu ini adalah pertandingan terakhir. Saya tidak ingin ada orang yang menangis. Saya tahu saya akan merindukan tim nasional Prancis, tetapi saya mendapat hak istimewa selama 15 tahun memakai jersey ini dan melewati beberapa momen luar biasa serta momen sulit. Akhir itu sudah dekat tetapi hidup terus berjalan," tutur Deschamps.