Kampung Keramat Mupakat yang terletak di Kecamatan Bebesen resmi mewakili Kabupaten Aceh Tengah dalam ajang penilaian Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat Provinsi Aceh. Bersama lima kampung lain dari berbagai daerah di Aceh, wilayah ini bersaing ketat untuk memperebutkan trofi penghargaan lingkungan tersebut.
Tim verifikator langsung turun ke lapangan untuk meninjau Kampung Keramat Mupakat pada Rabu (12/8/2026). Penilaian utama difokuskan pada beragam program serta inovasi lingkungan yang telah diterapkan secara konsisten oleh masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran DLHK Aceh, Naharuddin, hadir langsung untuk memantau kesiapan warga. Verifikasi ini mencakup aspek pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular, mitigasi perubahan iklim, hingga penguatan ketahanan bencana.
Optimisme Warga Raih Hasil Maksimal
Optimisme Warga Raih Hasil Maksimal
Pencapaian ini mendapat sambutan positif dari Reje Kampung Keramat Mupakat, Iman Ahmadi. Ia menilai keikutsertaan dalam Proklim merupakan momentum untuk membudayakan kebiasaan menjaga lingkungan hidup di tengah masyarakat secara berkelanjutan.
Semangat gotong royong yang tinggi dari aparatur kampung, kader PKK, Linmas, serta seluruh warga menjadi kunci utama keberhasilan Kampung Keramat Mupakat melaju ke tingkat provinsi.
"Proklim bukan sekadar perlombaan untuk mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana budaya menjaga lingkungan menjadi kebiasaan masyarakat," ungkap Iman Ahmadi saat memberikan keterangan terkait persiapan warganya.
Pemerintah kampung menargetkan Keramat Mupakat bisa menjadi kawasan yang bersih, hijau, sehat, serta tangguh terhadap perubahan iklim. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mampu menggerakkan roda perekonomian warga sekitar melalui inovasi mandiri.