Nasib politik Marcelo Crivella, mantan Walikota Rio de Janeiro, kini berada di tangan Ketua Tribunal Superior Eleitoral (TSE), Kassio Nunes Marques. Dalam persidangan virtual yang dijadwalkan berakhir pada Kamis malam, 20 Agustus 2026, Nunes Marques akan memberikan "voto de Minerva" atau suara penentu yang akan menentukan apakah Crivella diizinkan maju dalam pencalonan Senat tahun ini.
Sebagaimana diberitakan oleh media CartaCapital, kasus ini berawal dari keputusan Tribunal Regional Eleitoral (TRE) Rio de Janeiro pada Oktober 2024 yang menyatakan Crivella tidak memenuhi syarat untuk dipilih atau ineligível hingga 2028. Keputusan tersebut terkait dengan investigasi skandal korupsi yang dikenal sebagai "QG da Propina", sebuah skema dugaan organisasi kriminal yang mengatur kontrak publik di ibu kota selama masa jabatannya.
Polemik hukum ini sempat menemui titik terang bagi Crivella setelah Menteri André Mendonça mengeluarkan keputusan sela pada akhir Juni lalu untuk menangguhkan status ketidaklayakan tersebut. Mendonça berpendapat bahwa langkah ini diperlukan untuk "menjaga kegunaan banding khusus dan menghindari kerusakan yang sulit diperbaiki" tanpa menimbulkan konsekuensi hukum yang tidak dapat dibatalkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam proses persidangan di tingkat TSE, dukungan bagi Crivella sempat menguat melalui suara dari André Mendonça, Dias Toffoli, dan Antonio Carlos Ferreira. Namun, langkah tersebut mendapat tantangan dari hakim lainnya, yakni Ricardo Villas Bôas Cueva, Estela Aranha, dan Floriano de Azevedo Marques yang memilih untuk berbeda pendapat. Kini, semua perhatian tertuju pada keputusan akhir dari Nunes Marques.
Perlu diketahui, Marcelo Crivella sebelumnya sempat terjerat kasus hukum serius di mana ia diduga memimpin skema korupsi melalui sosok kepercayaannya, Rafael Alves. Skema "QG da Propina" tersebut dilaporkan bertujuan untuk menjerat pengusaha dengan janji perlakuan istimewa dalam kontrak pemerintah. Meskipun sempat ditahan sesaat sebelum masa jabatannya berakhir pada 2020, Crivella kemudian mendapatkan izin untuk menjalani tahanan rumah sebelum akhirnya dibebaskan melalui keputusan Menteri STF, Gilmar Mendes.