Tim gabungan Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya bergerak cepat melakukan penggeledahan mendalam di kompleks ruko yang terletak di Jalan Asem II, Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Jumat dini hari. Penggeledahan intensif tersebut dilakukan terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam perkara batu bara PLTU, PT Asabri (Persero), hingga Krakatau Steel.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya operasi di lokasi, tim penyidik kedapatan mencopot perangkat yang diduga kuat sebagai kamera CCTV tersembunyi yang terpasang di ruko target. Dari pantauan redaksi di lapangan, suasana di sekitar area tampak sangat serius dan tegang ketika seorang penyidik harus menggunakan tangga untuk menjangkau perangkat penangkap visual yang sengaja dipasang menyatu di dekat lampu bohlam ruko.
Menurut pengamatan tim redaksi, setelah tangga disandarkan dengan kokoh ke tembok, salah satu penyidik segera naik dan langsung mencopot perangkat kamera pengawas tersebut. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti mengenai maksud dari pencabutan lampu diduga CCTV oleh penyidik sebelum mereka merangsek masuk ke dalam ruko, sementara awak media yang meliput diminta untuk menjauh dari area utama.
Rangkaian operasi ini dilaporkan sebagai langkah kelanjutan dari penggeledahan besar-besaran di 12 lokasi berbeda yang telah bergulir sejak Rabu lalu. Kasus kakap yang tengah dibedah oleh pihak kepolisian ini mencakup dugaan korupsi masif pada perkara pasokan batu bara PLTU, penyelewengan dana Jiwasraya-Asabri, hingga manajemen internal di Krakatau Steel.
Berdasarkan data yang dihimpun sebelumnya, tim penyidik gabungan telah mencetak keberhasilan signifikan dengan menyita uang tunai senilai Rp67,2 miliar yang disembunyikan secara rapi di dalam brankas berlapis di sebuah kafe di kawasan yang sama. Penyitaan dana fantastis tersebut memperkuat bukti adanya transaksi gelap terorganisasi dalam pusaran kasus ini.
Dari pantauan redaksi hingga berita ini diturunkan, penjagaan ketat dari aparat bersenjata masih terus diberlakukan di lokasi dengan garis polisi yang membentang mengitari area ruko. Tim gabungan Polri terus memburu aset korupsi lainnya dan mendalami keterlibatan sejumlah oknum penyelenggara negara demi memastikan seluruh kerugian keuangan negara dapat diselamatkan.