Sebagaimana diwartakan oleh CNN, tim hukum Karmelo Anthony secara resmi mengajukan permohonan untuk menggelar sidang ulang terkait kasus penusukan maut yang terjadi di sebuah ajang atletik sekolah menengah di Texas, Amerika Serikat. Permohonan ini diajukan setelah muncul berbagai detail baru mengenai kesepakatan di balik layar yang disepakati oleh pihak jaksa dan pembela selama persidangan sebelumnya.
Karmelo Anthony yang kini berusia 19 tahun sebelumnya telah dijatuhi vonis hukuman 35 tahun penjara atas pembunuhan remaja berusia 17 tahun bernama Austin Metcalf. Peristiwa tragis tersebut terjadi tahun lalu akibat konfrontasi di tribun stadion sekolah dekat Dallas, yang berawal dari perselisihan sepele mengenai tempat berteduh saat cuaca hujan.
Berdasarkan laporan media, jaksa penuntut Bill Wirskye mengungkapkan bahwa kedua belah pihak sempat sepakat untuk menahan sejumlah bukti demi meredam potensi konflik rasial dan ancaman pembunuhan yang sempat membayangi kasus ini. Anthony diketahui merupakan seorang pria kulit hitam, sementara korban adalah remaja kulit putih, yang membuat kasus ini sempat memicu sorotan tajam dan ketegangan di media sosial.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRussell Wilson selaku pengacara baru Anthony dalam argumennya di persidangan menyatakan bahwa hakim awal telah mengizinkan prosedur tertutup yang membatasi akses serta menyembunyikan rekam jejak karakter dari kedua belah pihak. Pihak pembela menilai proses hukum yang berjalan terlalu terburu-buru dan penuh celah hukum sehingga mencederai keadilan bagi kliennya.
Di sisi lain, pihak kejaksaan dengan tegas menolak argumen tersebut dan menyatakan bahwa Anthony telah mendapatkan peradilan yang adil. Jaksa menyebutkan bahwa kesepakatan untuk tidak menghadirkan bukti mengenai obsesi senjata maupun rekam jejak korban semata-mata dilakukan demi menurunkan suhu ketegangan dan menjaga keselamatan publik serta para saksi.
Sebelum pengajuan permohonan sidang ulang ini, kubu Anthony sempat meraih kemenangan kecil ketika hakim ketua sebelumnya, John Roach, dicopot dari kasus menyusul komentarnya dalam sebuah wawancara televisi. Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Hakim Michael Chitty yang akan menentukan kelanjutan nasib permohonan sidang ulang bagi Karmelo Anthony.