Musibah kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (20/8) malam. Peristiwa ini menghanguskan puluhan bangunan ruko yang berada di kawasan padat penduduk tersebut, membuat kerugian materiil yang cukup besar bagi para pedagang setempat.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, sebanyak 50 unit ruko dilaporkan ludes dilalap si jago merah. Akibat kejadian ini, sedikitnya 40 Kepala Keluarga (KK) terdampak, baik kehilangan tempat usaha maupun hunian mereka. Kepala Desa Sungai Duri, Heriyanto, mengonfirmasi data tersebut setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian pada Jumat (21/8/2026).
Menurut Heriyanto, pihak pemerintah desa saat ini masih terus melakukan pendataan mendalam terkait jumlah jiwa yang terdampak secara pasti. Sebagai langkah penanganan cepat, pihaknya telah mendirikan posko musibah kebakaran yang berlokasi di aula kantor desa untuk menampung kebutuhan warga dan menghimpun data lebih lanjut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDikutip dari laporan kepolisian, insiden ini juga mengakibatkan satu warga harus dilarikan ke rumah sakit. Korban bernama Fendi (33), yang merupakan keluarga pemilik usaha warung kopi di lokasi tersebut, mengalami sesak napas berat setelah menghirup asap tebal dan sempat pingsan. Kapolres Bengkayang, AKBP Syahirul Awab, menjelaskan bahwa korban segera mendapatkan perawatan medis di RS Rubini Mempawah.
Proses pemadaman di lokasi kejadian berlangsung cukup dramatis hingga larut malam. Petugas gabungan baru berhasil mengendalikan api sepenuhnya dan menyelesaikan proses pendinginan pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Pihak desa saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Bengkayang serta pihak BPBD setempat untuk menentukan langkah bantuan bagi para korban yang terdampak.
Heriyanto menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut dari Bupati Bengkayang dan Kepala BPBD guna menangani pemulihan pasca-kebakaran bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian mereka.