Wonosobo kembali berguncang dalam kemeriahan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sukses menggelar agenda tahunan Karnaval Kemerdekaan yang menyedot perhatian ribuan warga, Selasa (18/8/2026).
Sebagaimana diwartakan oleh media Joglo Jateng, sebanyak 52 kontingen turut ambil bagian dalam pawai yang mengusung tema "Bergerak dengan Empati, Mengabdi dengan Sinergi, Lestari untuk Negeri". Para peserta yang terdiri dari perwakilan OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, hingga komunitas seni tampak antusias menyusuri rute sepanjang 2,7 kilometer.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, memberikan apresiasi mendalam atas kreativitas yang ditampilkan para peserta saat menyapa warga di kawasan Pasar Induk. Menurutnya, antusiasme ini menjadi cerminan rasa syukur sekaligus momentum untuk mempererat kolaborasi dalam membangun daerah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD dan elemen masyarakat yang telah berkontribusi memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan ke-81 ini. Hasilnya luar biasa, semua tampil dengan tema masing-masing yang menghibur dan menginspirasi," ujar Bupati Afif dikutip dari laporan tersebut.
Dalam perhelatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini, parade dibuka dengan penampilan Paskibraka Kabupaten Wonosobo, marching band, serta barisan dari Polres dan Kodim 0707/Wonosobo. Sebanyak 37 kendaraan hias yang telah melalui proses kurasi ketat turut mempercantik visual sepanjang perjalanan.
Senada dengan Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, menekankan bahwa karnaval ini bukan sekadar hiburan semata. "Karnaval ini adalah panggung kita untuk menunjukkan bahwa kemerdekaan juga berarti merawat warisan leluhur dan menjaga Bumi Pertiwi," ungkapnya.
Tak ketinggalan, Kepala Diskominfo Kabupaten Wonosobo, Khristhiana Dhewi, menuturkan bahwa acara ini menjadi sarana komunikasi publik untuk menyampaikan pesan pembangunan yang berkelanjutan. Masyarakat diajak untuk lebih peka terhadap peran aktif dalam kemajuan daerah.
Aksi yang menarik perhatian adalah hadirnya Tim BARLI atau Barisan Resik Lingkungan di barisan paling akhir. Relawan dari Oemah Alam Mandala dan komunitas lingkungan tersebut sigap membersihkan sampah sepanjang rute karnaval, membuktikan bahwa semangat kemerdekaan harus sejalan dengan kelestarian ruang publik.