Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Troketon di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu 1 Agustus 2026, memicu kepulan asap tebal yang mengarah ke permukiman warga. Kondisi udara yang pekat akibat pembakaran sampah tersebut langsung direspons cepat oleh instansi terkait demi kesehatan masyarakat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Klaten mengambil langkah tanggap darurat dengan membagikan sebanyak 1.000 masker kepada warga di sekitar lokasi kejadian. Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, mengonfirmasi adanya distribusi bantuan masker tersebut sebagai bentuk perlindungan kesehatan bagi warga terdampak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePusdalops BPBD Kabupaten Klaten, Indiarto, menerangkan bahwa pembagian ribuan masker itu dilakukan setelah warga setempat mengajukan permohonan secara langsung. Warga merasa khawatir dengan kesehatan pernapasan mereka mengingat pekatnya asap kebakaran yang menyelimuti kawasan sekitar TPA pada sore hari.
Bantuan masker tersebut langsung disalurkan kepada warga yang tinggal di Dukuh Pereng dan Dukuh Basinan, Desa Kaligawe, yang lokasinya paling dekat dengan area TPA Troketon. Hingga kini, petugas gabungan juga terus berupaya melakukan penanganan lanjutan untuk memastikan pemadaman dan pendinginan tumpukan sampah berjalan optimal.
Distribusi Masker untuk Warga Terdampak Asap
Proses distribusi masker dilakukan secara langsung kepada masyarakat guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan polusi asap yang cukup pekat. Warga di kawasan terdampak menyambut baik langkah cepat dari pemerintah daerah dalam merespons situasi darurat tersebut.
Pihak BPBD Klaten memastikan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi kualitas udara di sekitar TPA Troketon seiring dengan proses pendinginan yang masih berlangsung. Koordinasi lintas instansi terus digalakkan untuk meminimalisasi dampak lanjutan bagi lingkungan permukiman terdekat.
Selain pembagian masker, petugas di lapangan juga menggunakan alat berat untuk mengurai tumpukan sampah yang terbakar guna memudahkan proses penyiraman air secara menyeluruh. Upaya ini dilakukan agar titik-titik api di dalam tumpukan sampah tidak kembali membesar dan menghasilkan asap pekat.
Masyarakat sekitar tetap diimbau untuk selalu waspada dan menggunakan pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan selama proses pemadaman dan pendinginan TPA Troketon belum sepenuhnya tuntas.