King Lewanika Lodge di Liuwa Plain, Zambia, resmi dibuka kembali setelah menjalani renovasi penuh pada fasilitas utamanya. Penginapan permanen satu-satunya di kawasan liar seluas 1.301 mil persegi ini dirancang khusus untuk mendekatkan para pelancong dengan fenomena migrasi satwa liar yang spektakuler.
Pembaruan resor mewah ini menghadirkan sejumlah fasilitas anyar, seperti tempat peristirahatan tepi kolam renang dengan kursi berjemur teduh dan paviliun makan terbuka di atas dataran sabana. Para tamu juga dapat menikmati spa, area perapian luar ruangan, serta dek yoga baru yang menghadap langsung ke padang rumput.
Daya tarik utama dari lokasi ini adalah kedekatannya dengan kawanan lebih dari 47.000 hewan wildebeest yang melakukan migrasi terbesar kedua di Afrika. Aktivitas predator seperti kawanan singa, hyena, dan cheetah turut memadati area selatan kamp antara bulan Oktober hingga Mei.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKer and Downey Zambia merombak hampir seluruh area perkemahan dengan menyediakan kendaraan safari khusus beratap terbuka serta fasilitas ramah lingkungan. Resor ini sepenuhnya menggunakan tenaga surya dan sistem penyaringan air mandiri tanpa botol plastik sekali pakai.
Sejarah Konservasi dan Budaya Lozi di Liuwa Plain
Tarif menginap di tempat ini dimulai dari 3.615 dolar Amerika Serikat per orang untuk paket tiga malam. Paket tersebut sudah mencakup pengalaman berkemah tidur malam selama satu hari penuh demi melacak pergerakan kawanan satwa liar secara langsung.
Kawasan Liuwa Plain telah dilindungi oleh pemerintah Zambia sejak akhir tahun 1800-an atas prakarsa Raja Lubosi Lewanika yang mempercayakan pengelolaan kepada masyarakat Lozi. Tradisi penjagaan alam dan kerja sama tersebut masih terus dipertahankan hingga saat ini secara turun-temurun.
Organisasi African Parks saat ini mengelola kawasan seluas 1.301 mil persegi tersebut bekerja sama dengan departemen satwa liar Zambia dan Barotse Royal Establishment. Sekitar 12.000 warga Lozi bahkan tetap tinggal di dalam batas taman nasional sebagai bagian dari gerakan pariwisata regeneratif.
Para wisatawan yang berkunjung pada waktu tepat dapat menyaksikan metode penangkapan ikan tradisional masyarakat lokal maupun Upacara Kuomboka yang sakral. Dalam tradisi tersebut, pemimpin adat Litunga melakukan perjalanan menggunakan tongkang kerajaan menuju dataran yang lebih tinggi.
Akses menuju lokasi ini dapat ditempuh menggunakan penerbangan harian dari Livingstone dan Lusaka yang mendarat di Landasan Pacu Matiamanene. Perjalanan darat dari bandara menuju perkemahan hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit berkendara bagi para pelancong.