Seorang ibu tunggal berusia 48 tahun yang tinggal di Seattle mengalami kelelahan ekstrem berkepanjangan akibat kondisi medis tersembunyi yang tidak disadarinya. Selama bertahun-tahun, ia mengira rasa lelah luar biasa tersebut murni bersumber dari faktor usia, beban pekerjaan lepas, serta tekanan merawat dua remaja seorang diri.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, ia sering kali merasa kewalahan hingga menganggap dirinya sebagai sosok pemalas akibat selalu ingin tidur siang. Masalah tersebut mulai menemukan titik terang ketika kekasihnya mendiagnosis diri sendiri mengidap obstructive sleep apnea atau OSA usai mengalami gangguan mendengkur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSetelah sang kekasih mulai menggunakan mesin CPAP untuk mengatasi gangguan tidur, ia menyadari bahwa dirinya juga kerap mendengkur dan tersengal-sengal di malam hari. Ia mulanya merasa heran karena mengira gangguan pernapasan saat tidur tersebut hanya menyerang pria paruh baya dengan kelebihan berat badan.
Pemeriksaan medis lanjutan menunjukkan bahwa dirinya juga positif mengidap obstructive sleep apnea yang menjadi dalang utama di balik rasa lelah kronisnya selama ini. Meskipun sempat merasa ragu bisa tidur nyenyak menggunakan masker medis, ia memutuskan mencoba terapi mesin CPAP demi kesehatan.
Perubahan drastis dirasakan hanya dalam kurun waktu dua minggu setelah rutin menggunakan alat bantu pernapasan tersebut setiap malam tanpa henti. "For the first time, I was enjoying life rather than just surviving," ujarnya menyadari betapa besar pengaruh kualitas tidur terhadap kejernihan pikiran.
Kembalinya tenaga membuat ia mampu menjalani rutinitas baru yang lebih sehat seperti menulis jurnal pagi hari serta rutin berjalan kaki keliling taman. Pengalaman hidup tersebut membuka matanya bahwa kelelahan kronis selama ini telah memengaruhi banyak keputusan besar dalam hidupnya.