Paparan sinar matahari dalam takaran moderat terbukti mendatangkan banyak manfaat penting bagi kesehatan fisik maupun mental manusia. Berdasarkan pengamatan redaksi, durasi singkat berjemur di bawah sinar matahari dapat memicu produksi vitamin D yang berperan vital menjaga kekuatan tulang.
Mengutip laporan kesehatan, paparan sinar UVA pada kulit memicu pelepasan nitrat oksida yang membantu melebarkan pembuluh darah sekaligus menurunkan risiko serangan jantung. Profesor fisiologi Rebecca Mason menyatakan bahwa kadar vitamin D yang cukup di dalam tubuh mampu meredam peradangan serta mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis awak media, kebutuhan durasi berjemur setiap individu sangat dipengaruhi oleh faktor warna kulit dan letak geografis tempat tinggal mereka. Orang berkulit terang umumnya membutuhkan waktu lebih singkat di bawah sinar matahari dibandingkan pemilik kulit gelap yang memerlukan durasi lebih lama akibat tingginya kandungan melanin.
Kendati kaya manfaat, paparan sinar matahari berlebihan tetap menyimpan bahaya serius berupa peningkatan risiko kanker kulit dan penuaan dini. Profesor kedokteran JoAnn Manson mengingatkan masyarakat agar menghindari paparan tanpa perlindungan dalam waktu lama, terutama pada rentang pukul 10.00 hingga 16.00.
Sebagai langkah antisipasi terbaik, para ahli menyarankan masyarakat untuk menerapkan kebiasaan berjemur secara bijak dengan durasi singkat dan rutin. Penggunaan pelindung seperti kacamata hitam serta tabir surya juga dianjurkan guna melindungi kulit dari dampak buruk radiasi ultraviolet.