Krisis pendidikan di India memicu kemarahan publik menyusul lonjakan angka bunuh diri di kalangan pelajar akibat tekanan ujian nasional serta skandal kebocoran soal yang terus berulang.
Berdasarkan laporan Accidental Deaths and Suicides in India dari National Crime Records Bureau, jumlah bunuh diri pelajar melonjak drastis dari 8.068 kasus pada 2014 menjadi 14.488 kasus pada 2024, mencatat kenaikan sekitar 80 persen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengamatan redaksi Kabayan News, kegagalan dalam ujian kini menempati posisi teratas sebagai pemicu utama tindakan bunuh diri di kalangan pelajar setelah masalah keluarga.
Gelombang demonstrasi besar-besaran yang dipimpin oleh partai Cockroach Janta akhirnya memaksa pengunduran diri menteri pendidikan India pada akhir Juli lalu.
Keluarga korban menanggung duka mendalam atas kehilangan anak-anak mereka akibat karut-marut sistem pendidikan, termasuk kisah tragis Anshika Pandey, siswi asal Delhi berusia 20 tahun.
Anshika ditemukan gantung diri pada 14 Mei setelah mengetahui ujian masuk kedokteran Neet dibatalkan dan harus diulang akibat kebocoran soal untuk tahun kedua berturut-turut.
Kisah memilukan serupa dialami oleh Sufi Shaheen, remaja 19 tahun asal Delhi yang memutuskan mengakhiri hidupnya karena tertekan menghadapi persiapan ujian teknik Jee.
Menurut keterangan sang ibu, Sultana Khatoon, putrinya mengalami stres berat dan kehilangan waktu tidur akibat kekhawatiran tidak mampu lulus ujian setelah perubahan silabus yang mendadak.