Program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Pekanbaru kembali membuahkan hasil nyata lewat keberhasilan warga binaan memanen sekitar 1,5 ton ikan patin dari kolam budidaya Sarana Asimilasi dan Edukasi pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kegiatan produktif tersebut dikelola secara langsung oleh Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pekanbaru dengan melibatkan warga binaan dalam setiap tahapan mulai dari pembibitan, pemberian pakan, hingga proses panen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeHasil panen melimpah ini membuktikan bahwa keterbatasan area tidak menjadi halangan untuk menciptakan inovasi serta menghasilkan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau Rudy Fernando Sianturi memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas jajaran lapas dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia.
Tebar 1.500 Benih Lele Perluas Program Pembinaan
Keterampilan praktis dari budidaya perikanan tersebut disiapkan menjadi bekal berharga agar warga binaan siap mandiri setelah merampungkan masa hukuman.
Keberhasilan sektor perikanan patin langsung disusul dengan langkah lanjutan berupa penebaran 1.500 benih ikan lele ke dalam kolam berbeda di area sarana asimilasi.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto menyatakan penambahan komoditas lele dilakukan setelah melihat respon positif dan hasil memuaskan dari budidaya sebelumnya.
"Setelah melihat keberhasilan budidaya ikan patin, kami mulai mengembangkan budidaya ikan lele. Harapannya, ke depan hasilnya juga dapat sesuai dengan yang diharapkan," ujar Yuniarto.