Lawrence Livermore National Laboratory menggunakan kecerdasan buatan otonom guna mempercepat serta memperluas eksperimen sains, termasuk pengembangan paduan logam, senyawa kimia, hingga obat kanker.
Penerapan teknologi canggih tersebut menjadikan eksperimen otonom sebagai kegiatan harian di laboratorium, sehingga para ilmuwan bisa menjalankan rangkaian pengujian secara otomatis bahkan saat mereka meninggalkan fasilitas riset.
Menurut Aldair Gongora selaku ilmuwan staf yang memimpin implementasi teknologi ini, para periset kini memiliki kemampuan menjalankan puluhan hingga ribuan pengujian dalam waktu singkat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Apakah itu baterai, biologi, ataupun paduan logam, para ilmuwan kini mempunyai kemampuan menjalankan puluhan, ratusan, hingga jutaan eksperimen," ujarnya saat ditemui di Advanced Manufacturing Laboratory.
Berdasarkan analisis Kabayan News, integrasi robotika dan algoritma cerdas membebaskan para peneliti dari beban tugas manual yang melelahkan seperti memipet sampel berjam-jam.
Christopher Spadaccini selaku pimpinan Divisi Rekayasa Material menyatakan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan baru berada pada tahap awal dan siap merevolusi dunia sains ke depan.