Lazio dilaporkan serius memburu penyerang Benfica, Franjo Ivanovic, setelah sang pemain frustrasi karena jarang mendapat kesempatan bermain di Portugal. Klub ibu kota Italia itu berharap bisa memberikan tawaran yang lebih menarik daripada klub-klub lain seperti Como, Galatasaray, Real Betis, dan Hull City.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pemain berusia 22 tahun itu baru direkrut Benfica dari Union Saint-Gilloise pada musim panas lalu dengan banderol 22,8 juta euro. Namun, di bawah asuhan Jose Mourinho, Ivanovic hanya tampil dalam 42 pertandingan kompetitif dengan 13 di antaranya sebagai starter. Ia mencetak delapan gol dan dua assist sepanjang musim 2025/2026.
Menurut pakar transfer Sportitalia, Alfredo Pedullà, Ivanovic sangat mendambakan jam terbang reguler dan itu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah karier selanjutnya. Lazio meyakini bisa memberikan janji tersebut sehingga mereka telah meminta Benfica untuk melepas pemain Kroasia itu dengan skema pinjaman kering tanpa opsi pembelian.
"Ivanovic punya keinginan besar untuk bermain secara rutin. Dia tidak ingin pindah ke klub hanya untuk menjadi figuran. Ini yang menjadi kunci utama dalam negosiasi," demikian pernyataan Pedullà dikutip dari laporan Sportitalia.
Selain Lazio dan Como di Serie A, pemain yang telah mengoleksi sembilan caps dan dua gol untuk timnas Kroasia ini juga masuk dalam radar Galatasaray dari Liga Super Turki serta Hull City dari Inggris. Lazio berharap proyek dan jaminan menit bermain bisa menjadi pembeda dibandingkan peminat lainnya.
Kebutuhan Lazio akan penyerang baru memang mendesak. Sepanjang musim lalu, mereka hanya mencetak 41 gol dalam 38 laga Serie A. Pelatih Gennaro Gattuso dikabarkan menginginkan sosok tajam di lini depan, dan Ivanovic dinilai memiliki profil yang cocok dengan skema 4-2-3-1 yang diusungnya.
Saat ini pembicaraan masih dalam tahap awal. Benfica sendiri disebut terbuka untuk melepas Ivanovic secara temporer, mengingat investasi besar yang mereka gelontorkan. Namun, Lazio masih harus meyakinkan raksasa Portugal bahwa skema pinjaman tanpa kewajiban tebus adalah solusi terbaik bagi semua pihak.