Sebagaimana diwartakan, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman beserta dua wakil rektor memicu gelombang reaksi dan keresahan di kalangan mahasiswa.
Mengutip laporan media, Presiden BEM Unsoed, Azza Febra Pramudika, menyatakan bahwa mahasiswa tidak ingin kasus hukum yang menjerat petinggi kampus ini merusak marwah almamater, melainkan harus dijadikan momentum pembenahan total.
"Kalau orangnya berganti tetapi mekanisme pengambilan keputusan, pengawasan, dan budaya kekuasaannya tetap sama, maka kita hanya sedang menunggu persoalan yang sama muncul kembali dengan nama yang berbeda," ujar Azza menegaskan pentingnya reformasi sistemik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBEM Unsoed juga menyoroti perlunya transparansi dalam berbagai kebijakan kampus, termasuk proses penerimaan mahasiswa baru yang kerap menjadi sorotan publik agar berjalan secara adil dan akuntabel.
Sementara itu, Menteri Koordinator Politik Pergerakan BEM Unsoed, Pamungkas, menambahkan bahwa mahasiswa menuntut adanya partisipasi bermakna atau meaningful participation agar civitas akademika dapat terlibat dalam pengambilan keputusan penting di masa mendatang.