Dunia teknologi pernah dihebohkan dengan berbagai inovasi eksperimental dari raksasa mesin pencari Google Inc., salah satunya adalah Google Fast Flip. Layanan agregator berita online ini pertama kali diperkenalkan dalam versi beta melalui ajang TechCrunch 50 pada September 2009.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Ide dasar di balik pembuatan fitur ini bermula ketika salah satu pendiri Google, yaitu Larry Page, melontarkan pertanyaan mengapa web tidak dirancang menyerupai majalah. Dari situlah Google Labs mengembangkan antarmuka yang memungkinkan pengguna berpindah dari satu layar ke layar berita lainnya secara mulus.
Cara kerja platform ini menghadirkan tangkapan layar atau gambar dari artikel berita milik mitra media Google. Pengguna dapat dengan mudah menggulir halaman menggunakan tetikus atau tombol kursor layaknya sedang membolak-balik lembaran koran fisik maupun mikrofilm.
Krishna Bharat dari Google News sempat menjelaskan bahwa "Fast Flip ditujukan bagi konten dengan masa simpan yang lebih panjang, jenis konten yang layak direkomendasikan kepada orang lain". Selain berbasis web desktop, layanan ini juga bisa diakses melalui perangkat seluler seperti iPhone dan Android.
Meskipun menawarkan pengalaman visual yang cepat dan penelusuran berita yang dinamis, platform ini tidak luput dari kritik. Sejumlah kalangan menilai layanan tersebut sebagai inovasi yang terlampau kuno karena mencoba meniru media cetak, sementara pihak lain menyoroti dominasi Google dalam ekosistem industri media.
Setelah sempat berjalan selama sekitar dua tahun, langkah layanan inovatif ini akhirnya harus terhenti. Pada September 2011, manajemen secara resmi mengumumkan penutupan Google Fast Flip bersamaan dengan penghentian sejumlah produk eksperimental lainnya.