Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Mengenal Sejarah Tragedi Semanggi I...
BERITA

Mengenal Sejarah Tragedi Semanggi I dan II, Luka Kelam Reformasi

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 9 Agustus 2026
Suasana kawasan Semanggi di Jakarta yang menjadi lokasi bersejarah aksi mahasiswa

Suasana kawasan Semanggi di Jakarta yang menjadi lokasi bersejarah aksi mahasiswa

Tragedi Semanggi di Jakarta merupakan dua insiden berdarah ketika pasukan keamanan menembaki warga sipil tak bersenjata serta para pengunjuk rasa selama sesi khusus parlemen berlangsung. Insiden pertama dikenal sebagai Semanggi I terjadi pada tanggal 13 November 1998 dan merenggut nyawa 17 orang serta melukai 109 orang lainnya. Peristiwa kelam tersebut lahir dari gelombang penolakan masyarakat dan mahasiswa terhadap Sidang Istimewa MPR 1998 serta kebijakan dwifungsi ABRI/TNI di bawah pemerintahan transisi.

Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta memadati jalan-jalan utama untuk mendesak pembersihan pemerintahan dari elemen Orde Baru serta menyingkirkan militer dari kancah politik. Situasi memanas ketika kendaraan lapis baja dikerahkan untuk membubarkan massa pada pukul 15:00 WIB, memicu penembakan membabi buta dari aparat keamanan. Mahasiswa terpaksa melarikan diri dan mencari perlindungan ke dalam kampus Universitas Atma Jaya yang kemudian menjadi posko darurat perawatan korban luka.

Jumlah korban jiwa terus bertambah seiring berlanjutnya aksi penembakan hingga keesokan paginya di kawasan Semanggi. Berdasarkan data Tim Relawan untuk Kemanusiaan, korban meninggal mencapai 17 orang yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, pelajar, anggota aparat, satpam, pam swakarsa, hingga warga sipil. Ratusan orang lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman benda tumpul maupun terjangan peluru tajam yang dilepaskan di tengah kerumunan massa aksi.

Berselang hampir satu tahun kemudian, insiden serupa kembali terulang pada tanggal 24 September 1999 yang dicatat sebagai Tragedi Semanggi II. Kali ini, gelombang massa kembali turun ke jalan menolak pengesahan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya yang dinilai memberikan keleluasaan berlebih kepada militer. Bentrokan kembali pecah di sekitar kawasan Semanggi dan mengakibatkan korban jiwa, termasuk gugurnya mahasiswa Universitas Indonesia bernama Yun Hap di depan kampus Universitas Atma Jaya.

Upaya Pengusutan dan Kandasnya Pengadilan HAM

Jakarta

Upaya menuntut keadilan bagi para korban Tragedi Trisakti serta Semanggi I dan II menghadapi jalan terjal setelah rekomendasi pembentukan Pengadilan HAM Ad Hoc berulang kali menemui jalan buntu di parlemen. Badan Musyawarah DPR pada tanggal 6 Maret 2007 kembali memveto rekomendasi tersebut sehingga usul persidangan resmi kandas di tingkat rapat paripurna. Penolakan dari mayoritas fraksi di parlemen membuat penuntasan kasus pelanggaran hak asasi manusia berat masa lalu semakin tidak menentu.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia sejak awal peristiwa telah mendesak pemerintah memberikan penjelasan terbuka mengenai pertanggungjawaban di lapangan. Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto kala itu sempat mengakui adanya prajurit yang bertindak terlalu defensif serta menyimpang dari prosedur operasional standar. Namun, proses hukum lanjutan hingga kini masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban yang terus menuntut kebenaran atas tragedi kemanusiaan tersebut.

Peringatan setiap tahunnya rutin digelar oleh keluarga korban, aktivis, dan mahasiswa sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat agar sejarah kelam bangsa tidak dilupakan begitu saja. Aksi tabur bunga di Jalan Sudirman depan kampus Universitas Atma Jaya menjadi simbol perlawanan moral terhadap impunitas. Berbagai film dokumenter juga diproduksi untuk merekam jejak perjuangan panjang para orang tua korban dalam mencari keadilan.

Perjalanan gerakan mahasiswa dalam mengawal reformasi tahun 1998 hingga 1999 meninggalkan warisan penting bagi perjalanan demokrasi di Indonesia. Meskipun penyelesaian yudisial kasus ini masih menemui hambatan politik dan birokrasi, semangat para korban tetap hidup di hati generasi muda. Tragedi Semanggi tetap menjadi monumen peringatan penting mengenai harga mahal yang harus dibayar demi terciptanya kebebasan sipil.

Topics
tragedi semanggi semanggi i semanggi ii sejarah indonesia reformasi 1998 universitas atma jaya mahasiswa komnas ham jakarta pelanggaran ham
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.