Perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan pengolahan data semakin canggih dengan hadirnya berbagai perangkat lunak analitis. Salah satu teknologi yang memegang peran penting dalam pemrosesan data cerdas adalah semantic reasoner atau yang juga sering disebut sebagai reasoning engine maupun rules engine.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Secara definisi, perangkat lunak ini dirancang khusus untuk mampu menarik berbagai konsekuensi logis berdasarkan sekumpulan fakta atau aksioma yang telah ditegaskan sebelumnya. Teknologi ini memperluas konsep mesin inferensi konvensional dengan menawarkan mekanisme yang jauh lebih kaya dan kompleks dalam mengolah informasi.
Aturan inferensi di dalam sistem ini umumnya ditentukan menggunakan bahasa ontologi serta bahasa logika deskripsi. Banyak dari perangkat lunak ini memanfaatkan logika predikat tingkat pertama untuk menjalankan proses penarikan kesimpulan yang biasanya berjalan melalui mekanisme forward chaining dan backward chaining.
Selain sistem berbasis aturan standar, terdapat pula berbagai variasi seperti probabilistic reasoner. Contoh dari kategori ini mencakup non-axiomatic reasoning systems serta probabilistic logic networks yang mampu menangani ketidakpastian dalam data.
Salah satu contoh penerapan nyata dari teknologi ini adalah S-LOR atau Sensor-based Linked Open Rules. Perangkat lunak berbasis lisensi GNU GPLv3 ini berfungsi sebagai mesin penalaran berbasis aturan untuk menyimpulkan pengetahuan bermakna dari berbagai pengukuran sensor di lapangan.