Wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kembali diguncang gempabumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,5. Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dangkal yang terjadi pada Kamis sore tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Opak.
Lantas, apa sebenarnya Sesar Opak yang kerap dikaitkan dengan aktivitas seismik di wilayah tersebut? Sebagaimana diwartakan, Sesar Opak merupakan salah satu sumber gempa bumi aktif yang jalurnya membentang di sekitar aliran Sungai Opak. Sungai ini berhulu di lereng Gunung Merapi, mengalir ke arah selatan, dan bermuara di Samudra Hindia melalui kawasan Pantai Parangtritis, Bantul.
Panjang jalur patahan Sesar Opak diperkirakan mencapai sekitar 45 kilometer dengan struktur geologi yang mencakup sesar mendatar dan sesar normal. Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, salah satu segmen zona sesar ini dapat diamati langsung di kawasan Bukit Mengger, Kabupaten Bantul, yang menunjukkan indikasi keaktifan struktural.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNama Sesar Opak juga lekat dengan memori kelam masyarakat Yogyakarta. Pada 27 Mei 2006 silam, gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 5,9 yang berpusat di sekitar Sungai Opak memporak-porandakan wilayah tersebut dan merenggut ribuan nyawa. Aktivitas patahan ini kembali menunjukkan taringnya pada 30 Juni 2023 melalui gempa magnitudo 6,0 yang bersyukur menimbulkan kerusakan relatif ringan.
Mantan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati pernah mengungkapkan bahwa Sesar Opak masih sangat aktif dan memiliki potensi kekuatan maksimal atau magnitudo tertarget hingga 6,6. Mengingat ancaman tersebut, kajian komprehensif dan survei geologi terus dilakukan oleh pihak berwenang guna memahami karakter sesar secara mendalam.
Kendati waktu terjadinya gempa mustahil untuk diprediksi secara pasti, langkah mitigasi bencana menjadi kunci utama keselamatan warga. Pemerintah bersama para ahli terus mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar jalur patahan, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.