Perkembangan teknologi penginderaan jauh kini semakin canggih berkat kehadiran metode yang dikenal sebagai Lidar. Teknologi ini menggunakan pancaran sinar laser untuk mengukur jarak ke suatu objek atau permukaan dengan menghitung waktu pantulan cahaya kembali ke sensor optik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Istilah Lidar sendiri merupakan singkatan dari light detection and ranging atau laser imaging, detection, and ranging. Dalam sejarahnya, konsep dasar teknologi ini mulai digagas pada tahun 1930-an sebelum akhirnya berkembang pesat seiring penemuan laser modern pada awal dekade 1960-an.
Penerapan teknologi Lidar sangat luas dan mencakup berbagai sektor penting di seluruh dunia. Mulai dari pemetaan topografi, arkeologi untuk menembus kanopi hutan, kehutanan, meteorologi, hingga sistem navigasi dan kendali untuk kendaraan otonom.
Keunggulan utama Lidar terletak pada kemampuannya menghasilkan model elevasi digital dan representasi tiga dimensi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Sensor ini mampu mendeteksi berbagai material, mulai dari batuan, vegetasi, hingga tetesan air hujan secara detail.
Seiring berjalannya waktu, berbagai industri terus berinovasi untuk menekan biaya produksi sensor Lidar agar semakin terjangkau. Hal ini membuka peluang besar bagi pemanfaatan yang lebih luas di masa depan, termasuk untuk mendukung efisiensi di bidang pertanian modern hingga penerbangan antariksa.