Bagi para pengguna internet era 2000-an awal, nama iGoogle tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Diluncurkan pertama kali pada Mei 2005 dengan nama awal Google Personalized Homepage, layanan ini membebaskan pengguna untuk merancang tampilan halaman muka pencarian sesuai dengan selera pribadi mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Melalui teknologi berbasis AJAX, portal web personal ini langsung menarik perhatian jutaan pasang mata di seluruh dunia. Bahkan, pada masa kejayaannya di tahun 2008, tercatat sekitar 20 persen dari total kunjungan ke halaman utama Google datang dari para pengguna setia iGoogle yang ingin menikmati fitur widget interaktif.
Salah satu daya tarik utama dari layanan ini adalah kehadiran iGoogle gadgets yang memanfaatkan Google Gadgets API publik. Pengguna dapat dengan mudah menambahkan berbagai macam widget menarik seperti ramalan cuaca, catatan pribadi, hingga pemutar video YouTube langsung di halaman utama mereka.
Kendati memiliki jutaan pengguna aktif, raksasa mesin pencari tersebut akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah besar. Pada 1 November 2013, iGoogle resmi ditutup secara permanen karena pihak perusahaan menilai bahwa kebutuhan akan layanan halaman muka kustom semacam itu telah terkikis oleh perkembangan zaman.
Penutupan layanan ini sempat memicu protes dari sebagian komunitas digital yang merasa kecewa karena kehilangan fitur kustomisasi favorit mereka. Meskipun begitu, hingga kini kenangan akan iGoogle tetap menjadi salah satu tonggak sejarah penting dalam evolusi dunia internet dan aplikasi berbasis web.