Penerapan sistem minapadi berbasis subak di Kabupaten Gianyar, Bali, mulai membuka peluang ekonomi baru yang menjanjikan bagi sektor pertanian dan perikanan tawar lokal. Pemanfaatan lahan sawah dan air irigasi yang sebelumnya hanya berfokus pada produksi padi kini dikembangkan secara inovatif untuk pendederan benih ikan nila.
Sebagaimana diwartakan oleh RRI, program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memaksimalkan potensi hulu irigasi subak tanpa mengganggu produktivitas tanaman utama. Akademisi Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa, Ir. I Gede Sudiarta, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjadikan minapadi sebagai usaha yang layak secara ekologis dan ekonomis.
Menurut Sudiarta, keterkaitan geografis antara kawasan hulu di Gianyar dan Danau Batur menciptakan rantai pasok ekonomi yang saling menguntungkan. Petani sawah dapat mengoptimalkan fungsi air irigasi untuk menghasilkan benih nila berukuran 8 hingga 10 sentimeter yang konsisten dibutuhkan oleh para pembudidaya di Danau Batur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDikutip dari laporan media, program kolaborasi antara Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Warmadewa dan Prodi S1 Biologi FMIPA Universitas Jember ini dipusatkan di Subak Dwi Eka Buana Pausan, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan. Pengembangan diawali dengan penyuluhan, pelatihan teknis, hingga penyediaan demonstrasi plot sebagai ruang belajar bersama warga.
Tingginya antusiasme warga bahkan mendorong perluasan lokasi demplot dari target awal sebanyak dua titik menjadi tiga titik dengan kapasitas awal mencapai 10.500 ekor benih. Menariknya, inisiatif mandiri dari petani setempat juga lahir dengan penebaran hingga 50.000 benih nila secara swadaya.
Pekaseh Subak Dwi Eka Buana Pausan, I Ketut Adayana, menyambut baik masuknya teknologi pendederan minapadi tersebut karena memberikan ruang diversifikasi pendapatan bagi para petani. "Kami mendukung pengembangan minapadi karena dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani tanpa meninggalkan usaha tani padi," ujar Adayana.
Adayana menambahkan bahwa aktivitas pemeliharaan ikan di petak sawah ini tidak mengganggu ketersediaan nutrisi tanaman utama, melainkan justru menyumbang bahan organik dan unsur hara alami ke perairan irigasi. Melalui pendampingan teknis berkala, model minapadi berbasis kelembagaan subak ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok perikanan tawar antarwilayah di Bali.