Dunia politik Amerika Serikat dihebohkan dengan rekonsiliasi mengejutkan antara Presiden Donald Trump dan mantan pengacara pribadinya, Michael Cohen. Berdasarkan laporan media, kedua figur publik yang sempat terlibat perang urat saraf selama bertahun-tahun ini akhirnya memutuskan untuk merajut kembali hubungan baik melalui sebuah siaran radio.
Sebagaimana diwartakan, momen kebersamaan tersebut terjadi saat Donald Trump menjadi bintang tamu dalam program radio yang dipandu oleh Michael Cohen di stasiun 77 WABC-AM di New York. Pertemuan ini menandai interaksi publik pertama kalinya di antara kedua belah pihak setelah terputus sejak tahun 2018 lalu.
"Kamu dan aku tentu telah melewati jalan yang cukup berliku bersama," ujar Michael Cohen kepada Donald Trump dalam sesi wawancara tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi hal tersebut, Donald Trump tampak tidak ingin mengenang masa-masa sulit di masa lalu dan justru menyampaikan apresiasi atas perubahan sikap sang mantan pengacara. Mengutip pernyataan dalam siaran tersebut, Donald Trump menilai bahwa Cohen telah menghadapi tekanan luar biasa dari berbagai pihak.
"Mereka mempersenjatai dirimu sedemikian rupa seperti yang tidak pernah dialami orang lain," ungkap Donald Trump. Lebih lanjut, ia juga menyatakan rasa hormatnya karena Cohen kini telah menarik kembali pernyataan-pernyataan miring yang pernah ia lontarkan sebelumnya.
Sebelumnya, hubungan antara keduanya merenggang drastis ketika Michael Cohen mengaku bersalah atas sejumlah pelanggaran hukum federal pada tahun 2018 silam. Cohen bahkan sempat menjadi saksi kunci dalam persidangan kasus uang tutup mulut yang melibatkan Donald Trump beberapa waktu lalu.
Namun, dinamika baru tampaknya tengah dibangun oleh kedua belah pihak. Dalam wawancaranya dengan media, Michael Cohen menyatakan bahwa hubungan mereka saat ini sedang dalam proses pemulihan setelah bertahun-tahun saling lempar kecaman di ruang publik.
"Pertanyaannya adalah bagaimana mungkin kami bisa duduk bersama lagi? Jawabannya adalah karena kami telah memaafkan," ujar Michael Cohen kepada jurnalis.
Cohen juga menegaskan bahwa keputusan untuk berdamai didasari oleh nilai-nilai spiritual yang ia yakini demi menghentikan bayang-bayang masa lalu agar tidak mendikte masa depan. Langkah rekonsiliasi ini sontak menarik perhatian luas dari pengamat politik global serta publik dunia.