Stasiun Batavia NIS terletak di sebelah selatan balai kota Batavia atau kini dikenal sebagai Museum Fatahillah, Jakarta Barat. Fasilitas transportasi rel ini merupakan salah satu stasiun kereta api pertama di kota Batavia sekaligus titik awal jalur yang menghubungkan wilayah Batavia dengan Buitenzorg.
Pembangunan stasiun ini dimulai pada akhir abad ke-19 oleh perusahaan swasta Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. Jalur perintis tersebut dibuka secara bertahap mulai dari area Klein Boom di sekitar Sunda Kelapa hingga Halte Koningsplein sebelum akhirnya diperpanjang menuju wilayah Bogor.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSeiring berjalannya waktu, kepemilikan jalur strategis ini beralih tangan ke Staatsspoorwegen pada tahun 1913. Nama stasiun kemudian diubah menjadi Batavia Noord untuk membedakannya dari Stasiun Batavia Zuid yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut.
Peran stasiun ini sempat diperbesar untuk melayani kereta listrik menuju Tanjung Priok hingga Manggarai sebelum akhirnya ditutup total pada tahun 1929. Seluruh bangunan utama beserta jalurnya dibongkar menyusul beroperasinya stasiun baru di wilayah sekitar.
Catatan Insiden Bersejarah di Stasiun Batavia Noord
Selain melayani mobilitas warga kolonial, kawasan stasiun ini juga pernah mencatat sejumlah insiden kecelakaan transportasi pada masa lalu. Salah satunya terjadi pada bulan April 1927 ketika sebuah lokomotif uap tergelincir akibat melaju terlalu kencang.
Kecelakaan berikutnya yang cukup menyita perhatian terjadi pada pertengahan tahun 1928 melibatkan unit Kereta Rel Listrik milik Elektrische Staatsspoorwegen. Rangkaian kereta mengalami rem blong sehingga menabrak sepur badug dan merusak tembok pembatas jalan.
Insiden rem blong tersebut turut berdampak pada lalu lintas sekitar karena rangkaian kereta sempat menabrak kereta kuda yang sedang melintas di area jalan raya. Peristiwa itu mencerminkan dinamika operasional transportasi massal pada masa awal elektrifikasi jalur rel.
Kini bangunan fisik stasiun sudah tidak dapat disaksikan lagi karena telah rata dengan tanah dan berubah menjadi kompleks perkantoran modern. Meskipun demikian, sisa-sisa potongan rel kerap ditemukan di sekitar area Bank BNI Kota Tua Jakarta.