Sebagaimana diwartakan oleh media setempat, sebuah rencana liburan impian yang seharusnya menyenangkan justru berubah menjadi pengalaman yang sangat menjengkelkan bagi seorang penumpang bernama Costantino Scarantino. Bersama sang istri, ia harus mengubur dalam-dalam impian berliburnya setelah penerbangan yang mereka nantikan berujung pada pembatalan sepihak yang merugikan secara finansial.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, insiden bermula pada tanggal 1 Juli lalu ketika keduanya bersiap terbang dari bandara di Venezia menuju Malaga menggunakan maskapai Wizz Air Malta dengan jadwal keberangkatan sore hari. Setelah merampungkan seluruh proses check-in, para penumpang dipersilakan naik ke dalam kabin pesawat, namun nahas, pesawat tersebut tak kunjung bergerak meninggalkan landasan pacu.
Lebih lanjut, Scarantino menuturkan bahwa mereka terkurung di dalam kabin selama berjam-jam di tengah kondisi cuaca buruk sebelum akhirnya pihak maskapai mengumumkan pembatalan penerbangan secara mendadak. Mengutip pengakuan penumpang tersebut, alasan yang disampaikan petugas di lapangan sempat berbeda dengan keterangan resmi maskapai, di mana kru disebut telah melampaui batas jam kerja maksimal tanpa adanya awak pengganti.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, pihak maskapai memberikan pembelaan bahwa pembatalan tersebut murni disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem serta kondisi meteorologi yang tidak bersahabat di hari penugasan tersebut. Meski demikian, pihak maskapai mengeklaim telah menawarkan opsi pengembalian dana serta bantuan akomodasi bagi para penumpang terdampak sesuai dengan regulasi penerbangan yang berlaku di kawasan Eropa.
Kendati demikian, akibat kekacauan penanganan dan tingginya harga tiket alternatif di saat-saat terakhir, pasangan suami istri tersebut terpaksa membatalkan seluruh rangkaian perjalanan mereka. Kerugian materiil yang mencapai lebih dari seribu euro pun tak terelakkan, meninggalkan kekecewaan mendalam atas buruknya layanan operasional maskapai berbiaya hemat tersebut.