Remaja pelaku penembakan sekolah di Thailand mengalami stres berat terkait masalah pendidikannya sebelum melancarkan aksi brutal yang merenggut nyawa kakek, nenek, serta lima korban lainnya.
Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan bahwa tindakan tersangka memperlihatkan perencanaan matang jauh sebelum penyerangan terjadi di Provinsi Nonthaburi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Tindakannya juga menunjukkan bahwa dia jelas telah merencanakan penyerangan itu," ujar Anutin Charnvirakul mengonfirmasi temuan aparat penegak hukum.
Pengamatan awak media mendapati bahwa insiden kelam ini memicu keprihatinan mendalam terkait tingkat keamanan institusi pendidikan serta perlindungan kesehatan mental remaja di negara tersebut.
Siswa saksi mata bernama Purin Khumchoo mengungkapkan bahwa pelaku kerap menjadi korban intimidasi atau perundungan oleh lingkungan sekitarnya sebelum insiden penembakan pecah.
"Dia adik kelas saya, tetapi saya merasa dia anak bermasalah," tutur Purin Khumchoo memberikan kesaksian atas keseharian pelaku di lingkungan sekolah.