Peluang Thomas Djiwandono mengisi posisi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Destry Damayanti menjadi calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Penunjukan tersebut otomatis membuat kursi Deputi Gubernur Senior BI mengalami kekosongan sepeninggal Destry.
Berdasarkan laporan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Jakarta, Senin (10/8/2026), surat presiden terkait calon definitif Gubernur Bank Indonesia beserta pengganti posisi deputi telah dikirim ke DPR. Menanggapi dinamika itu, Center of Economic and Law Studies menilai pemerintah kecil kemungkinan memberikan jabatan strategis tersebut kepada Thomas Djiwandono.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDirektur Ekonomi Digital CELIOS Nailul Huda berpendapat posisi krusial di bank sentral sebaiknya tidak diemban oleh figur berlatar belakang politikus. "Saya rasa pemerintah tidak memberikan lagi Thomas jabatan di BI lebih tinggi karena posisi saat ini pun sudah tidak pantas diduduki," ujar Huda saat dihubungi dari Karanganyar.
Dari analisis Kabayan News, penunjukan calon pimpinan Bank Indonesia ini menjadi ujian penting bagi independensi lembaga moneter negara di tengah transisi kekuasaan. Publik kini menunggu keputusan final DPR dalam uji kelayakan dan kepatutan bagi para calon pejabat tinggi Bank Indonesia.