Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Usulan penting tersebut disampaikan pemerintah melalui Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan langsung kepada pimpinan parlemen di Kompleks Parlemen, Jakarta.
"Namanya tunggal, satu nama, yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti yang sekarang beliau menjabat sebagai pejabat gubernur sementara," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada awak media usai penyerahan surat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePrasetyo menjelaskan bahwa penyerahan Surpres ini dilakukan setelah mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan pimpinan DPR sebelum dokumen resmi tersebut dilayangkan ke lembaga legislatif.
Selain mengajukan calon pemimpin puncak bank sentral, pemerintah turut menyertakan usulan nama untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Senior serta Deputi Gubernur BI. Pengisian posisi tersebut diperlukan mengingat adanya kekosongan formasi struktural di dalam tubuh bank sentral.
DPR Siapkan Uji Kelayakan untuk Destry Damayanti
Seluruh rangkaian administrasi kini telah berpindah ke tangan parlemen sesuai mekanisme undang-undang yang berlaku. Pimpinan DPR dijadwalkan mengumumkan usulan tersebut secara resmi kepada publik sebelum dilanjutkan dengan tahapan uji kelayakan dan kepatutan.
Proses pergantian kepemimpinan bank sentral kini memasuki babak baru di ranah politik parlemen. Komisi XI DPR RI selaku mitra kerja strategis dijadwalkan memproses tahapan lanjutan bagi Destry Damayanti sebelum resmi disahkan.
"Untuk selanjutnya kami serahkan mekanisme ke Dewan Perwakilan Rakyat sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," tambahnya.
Destry sendiri bukan figur asing di lingkaran internal bank sentral karena sebelumnya mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Pengalaman panjang tersebut menjadi modal utama dalam mengawal stabilitas moneter nasional ke depan.