Perangkat monitoring gempa bumi milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika di Kabupaten Gayo Lues mengalami pencurian disertai perusakan fasilitas shelter pendeteksi. Kasus pembobolan stasiun pemantau ini mengakibatkan operasional pengiriman data seismik terganggu dan langsung dilaporkan kepada pihak berwajib.
Aksi pencurian tersebut menyasar Shelter Pendeteksi Gempa Bumi Site BGASI yang terletak di Desa Gantung Geluni, Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Hilangnya sejumlah perangkat vital ini mulai terdeteksi tatkala transmisi data dari stasiun tersebut mendadak terhenti pada Rabu, 29 Juli 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi terhentinya transmisi data, tim dari Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Selatan bergegas mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan langsung pada Senin, 3 Agustus 2026. Setibanya di lokasi, petugas mendapati pintu shelter telah dirusak dan dicongkel paksa, gembok raib, serta kabel instalasi terpotong.
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Selatan Sugeng Prayitno menjelaskan bahwa para pelaku menggasak sejumlah perangkat utama pengolah data seismik. "Pelaku telah mengasak peralatan vital dan perangkat utama yang berfungsi untuk pengolah dan mengirimkan data seismik," ujar Sugeng, Jumat, 7 Agustus 2026.
Dampak Gangguan Pemantauan Gempa dan Penyelidikan Polisi
Deretan peralatan yang raib digasak maling meliputi satu unit Digitizer merek Quanterra Type Q8, satu unit modem VSAT merek iDirect Type IQ Desktop+, dua buah baterai kapasitas 9 Ah, serta satu set kabel solar panel beserta seluruh instalasinya.
Akibat aksi kejahatan ini, kerugian materiil negara ditaksir mencapai angka fantastis sekitar Rp 246.442.213. Pihak BMKG telah resmi melaporkan kejadian pencurian tersebut ke Polres Gayo Lues pada 3 Agustus 2026 agar segera diusut tuntas.
Terhentinya transmisi data dari stasiun pemantau di Gayo Lues dikhawatirkan berdampak langsung pada kecepatan penyampaian informasi kebencanaan kepada publik. Sistem monitoring yang terganggu berpotensi menurunkan akurasi dan kecepatan respon informasi gempa bumi di wilayah Aceh.
Pihak kepolisian dari Polres Gayo Lues kini tengah bergerak cepat mendalami laporan tersebut melalui serangkaian proses penyelidikan intensif di lapangan. Aparat penegak hukum berupaya memburu para pelaku yang nekat merusak fasilitas negara demi kepentingan pribadi.