Sebagaimana diwartakan oleh majalah Super, pendiri SpaceX dan xAI, Elon Musk, kembali mencuri perhatian dunia teknologi dengan rencana besar untuk memindahkan kapasitas komputasi kecerdasan buatan ke luar angkasa. Dalam pengumuman penggabungan perusahaan miliknya, Musk memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, cara termurah untuk mendapatkan daya komputasi AI adalah dengan memanfaatkan orbit Bumi dan permukaan Bulan.
Berdasarkan laporan media internasional, proyek ambisius ini bermula dari pengembangan jaringan satelit khusus yang dinamai AI1. Satelit-satelit tersebut dirancang untuk memproses data kecerdasan buatan secara langsung di luar angkasa, sementara pengguna di Bumi tetap mengirimkan permintaan melalui perangkat seluler mereka. SpaceX bahkan tengah membangun fasilitas pabrik khusus bernama Gigasat di Texas untuk memproduksi satelit-satelit canggih tersebut secara massal.
Kendati demikian, para ahli dari IEEE Spectrum menilai bahwa proyek mercusuar ini menyimpan segudang rintangan teknis dan finansial yang tidak sedikit. Berdasarkan analisis skenario hipotesis, biaya pembangunan jaringan satelit komputasi di luar angkasa jauh lebih mahal dibandingkan membangun pusat data konvensional di permukaan bumi. Oleh karena itu, para pengamat memperkirakan bahwa proyek skala besar di Bulan kemungkinan baru akan terwujud dalam jangka waktu yang jauh lebih lama dari estimasi optimistis sang miliarder.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe