Perusahaan teknologi asal China, Moonshot, baru saja meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) open-source terbaru yang memiliki kemampuan setara dengan besutan Anthropic dan OpenAI. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa China semakin memperkecil ketertinggalan dari Amerika Serikat dalam perlombaan teknologi AI tingkat lanjut.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Model bahasa besar (LLM) yang diberi nama Kimi K3 ini dilatih menggunakan 2,8 triliun parameter, yaitu elemen data yang menentukan akurasi respons terhadap pertanyaan pengguna. Jumlah parameter raksasa tersebut menjadikan Kimi K3 sebagai salah satu model AI terbesar yang pernah dirilis ke publik hingga saat ini.
Moonshot yang didirikan oleh Yang Zhilin menyatakan bahwa berdasarkan hasil pengujian, Kimi K3 mampu mengungguli model Opus 4.8 milik Anthropic dan ChatGPT 5.5 dari OpenAI dalam berbagai tugas pemrograman (coding). Kendati demikian, performanya dilaporkan masih berada di bawah model Fable, teknologi paling mutakhir dari Anthropic.
Sebagai model open-source, Kimi K3 dapat diunduh secara bebas oleh siapa saja. Kehadiran model ini diprediksi bakal jauh lebih murah untuk dioperasikan dibandingkan dengan model closed-source milik Anthropic yang dipimpin Dario Amodei maupun OpenAI di bawah nakhoda Sam Altman.
Peluncuran Kimi K3 ini hanya berselang beberapa pekan setelah perusahaan China lainnya, Z.AI, merilis GLM-5.2. Fenomena menjamurnya model AI murah dari China kini mulai memicu kekhawatiran para pakar mengenai stabilitas bisnis laboratorium AI di AS yang selama ini mematok tarif tinggi untuk penggunaan teknologi mereka.
Di sisi lain, kehadiran Kimi K3 berpotensi memicu sorotan baru dari pemerintah AS terkait dugaan plagiarisme teknologi. Sebelumnya pada bulan Februari, Anthropic sempat menuding Moonshot bersama dua laboratorium China lainnya, Deepseek dan Minimax, menggunakan metode "distillation" tidak sah untuk meniru teknologi AI miliknya.