PT PLN (Persero) kembali menegaskan langkah strategisnya dalam mendorong pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Komitmen tersebut diwujudkan melalui akselerasi pembangunan ekosistem hidrogen di Tanah Air guna mendukung visi besar swasembada energi nasional.
Berdasarkan laporan Suara Nusantara, keseriusan ini mengemuka dalam ajang Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 yang dihelat di Jakarta. Acara ini menjadi wadah penting untuk menyatukan visi para pemangku kepentingan dalam mempercepat transisi energi hijau di Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa hidrogen memegang peranan krusial sebagai energi alternatif masa depan. Kehadiran sumber energi ini dinilai sejalan dengan misi hilirisasi dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Pengembangan hidrogen sejalan dengan arahan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo. Hidrogen merupakan energi alternatif yang sangat penting di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu. Karena hidrogen ini dihasilkan dari air, gas, batu bara, biomassa, bahan baku hidrogen yang ada pada bangsa kita itu tidak perlu diragukan lagi", ujar Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa percepatan hilirisasi dan ekosistem hidrogen ini membutuhkan empat pilar utama agar berjalan optimal. Keempat faktor penentu tersebut meliputi kesiapan teknologi, terbentuknya pasar yang jelas, masuknya investasi strategis, serta dukungan regulasi pemerintah yang adaptif dan efisien.