Pola makan gaya Barat terbukti memicu penurunan kemampuan perhatian secara lebih cepat pada lansia yang membawa gen risiko Alzheimer. Berdasarkan pengamatan Kabayan News dari laporan jurnal Nutrients, para peneliti di Australia menguji keterkaitan antara pola makan dengan perubahan fungsi kognitif jangka panjang.
Sebagaimana dilaporkan dalam studi tersebut, penelitian melibatkan 185 orang dewasa lanjut usia yang berpartisipasi dalam Western Australia Memory Study. Para peserta menjalani serangkaian tes neuropsikologis serta memberikan sampel darah untuk analisis genetik terkait status pembawa gen apolipoprotein E atau APOE epsilon 4.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan penelitian, analisis menggunakan model linier campuran menunjukkan bahwa kepatuhan tinggi terhadap pola makan Barat berkaitan erat dengan penurunan skor perhatian yang lebih cepat pada pembawa gen APOE epsilon 4. Kendati demikian, para peneliti mencatat bahwa hubungan tersebut melemah dan kehilangan signifikansi statistik ketika partisipan dengan indikasi gangguan kognitif awal dikeluarkan.
Di sisi lain, analisis tidak menemukan kaitan signifikan antara pola makan sehat atau Prudent dengan penurunan fungsi kognitif. Berdasarkan analisis lanjutan, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini bersifat eksploratif sehingga membutuhkan riset lanjutan dan uji intervensi sebelum menjadi acuan medis resmi.