Waktu terbaik makan malam menjadi faktor penentu kesehatan tubuh seiring berkembangnya ilmu pengetahuan bidang krononutrisi yang meneliti keterkaitan jam biologis dengan pengolahan makanan. Berdasarkan laporan BBC, para ahli kesehatan menegaskan bahwa bukan hanya jenis makanan saja yang perlu diperhatikan, melainkan juga waktu mengonsumsinya.
Pakar neurosaintis dari Brigham and Women's Hospital, Frank Scheer menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki respons biologis berbeda antara pagi dan malam hari. Mengutip penjelasan para ahli, jam internal tubuh mengatur seluruh proses fisiologi termasuk cara tubuh membakar kalori dan memproses glukosa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan penelitian Marta Garaulet dari University of Murcia, kebiasaan makan lebih awal terbukti membantu menurunkan berat badan secara lebih efektif dibandingkan makan terlambat. Analisis Kabayan News menunjukkan bahwa pola makan masyarakat modern kerap mengabaikan ritme sirkadian sehingga memicu gangguan metabolisme.
Selain itu, makan terlalu dekat dengan jam tidur malam dapat mengganggu kontrol gula darah karena hormon melatonin menekan produksi insulin. Profesor Giovanna Muscogiuri menambahkan bahwa orang yang terbiasa makan malam lebih larut cenderung lebih rentan mengalami penumpukan lemak serta rasa lapar berlebihan keesokan harinya.
Para ahli menyarankan agar porsi makan terbesar dikonsumsi pada siang hari dan makan malam dilakukan setidaknya tiga jam sebelum tidur dengan menu kaya protein. Langkah sederhana ini dinilai mampu menjaga kesehatan jantung sekaligus mengoptimalkan kualitas tidur secara keseluruhan.