UChicago Medicine Comprehensive Cancer Center menjalin kemitraan strategis dengan Eli Lilly and Company untuk memperluas akses pasien terhadap terapi potensial kanker melalui partisipasi dalam uji klinis.
Kolaborasi berdurasi dua tahun tersebut membangun fondasi kokoh guna memperluas ketersediaan riset terapi investigasional inovatif serta meningkatkan pengalaman penelitian secara keseluruhan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan pengamatan Kabayan News, kemitraan ini menghadirkan manajemen proyek khusus serta komunikasi berkala guna memastikan keselarasan prioritas dan hasil terukur.
"Kemitraan ini dirancang guna menciptakan kerangka kerja terintegrasi berdasarkan tujuan selaras, prioritas terdefinisi, hasil terukur, dan kolaborasi berkelanjutan," ujar Lauren Wall selaku Direktur Senior UCCCC Clinical Trials Support Office.
Uji klinis sendiri merupakan studi terstruktur melibatkan pasien untuk menguji keamanan obat investigasional, perangkat, vaksin, maupun metode pengobatan baru dalam lingkungan klinis.
"Membawa terapi baru kepada pasien kanker melalui penelitian mutakhir merupakan bagian penting dari misi pusat kanker kami," ungkap Russell Zelig Szmulewitz selaku Guru Besar Kedokteran dan Direktur Asosiasi Investigasi Klinis UCCCC.
Berdasarkan analisis Kabayan News, hambatan partisipasi uji klinis selama ini cukup besar karena data tahun 2024 menunjukkan hanya tujuh persen pasien kanker di Amerika Serikat mendaftar dalam uji klinis.
Inisiatif kolaborasi ini bertujuan menutup kesenjangan tersebut melalui perluasan ketersediaan uji coba di jaringan lokasi UChicago Medicine wilayah Chicagoland dan Northwest Indiana.