Polisi Atlanta berhasil menyelamatkan dua anak perempuan yang dilaporkan hilang dari dalam sebuah trailer terkunci di Georgia pada Senin siang waktu setempat. Aparat penegak hukum langsung menangkap pengasuh anak bernama Lakesha Brown yang diduga melakukan penculikan selama hampir dua hari.
Pencarian intensif dilakukan oleh pihak kepolisian setelah menerima laporan dari ibu korban, Elica Redding, pada Sabtu malam pukul 22.00 waktu setempat. Berdasarkan data telepon seluler dan laporan warga, petugas melacak keberadaan anak-anak tersebut ke sebuah kompleks apartemen dan menemukan trailer tempat korban disekap.
Detektif Sherrod Stancil mengungkapkan bahwa petugas terpaksa mendobrak pintu trailer menggunakan balok cinder dan alat pemotong baut setelah mendengar suara tangisan bayi. Saat ditemukan, suhu di dalam trailer mencapai 97 derajat Fahrenheit atau sekitar 36 derajat Celsius tanpa fasilitas pendingin udara yang memadai.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKedua korban yang terdiri dari balita berusia 4 tahun bernama Zola Cooper dan adiknya yang berusia 11 bulan bernama Norah Cooper langsung dibawa keluar oleh petugas. Polisi memastikan bahwa kedua anak tersebut kini telah bersatu kembali dengan ibu mereka dalam kondisi sehat.
Modus Tersangka Berkedok Pengasuh Anak di Media Sosial
Tersangka Lakesha Brown yang berusia 42 tahun ditangkap di tempat kejadian dan kini menghadapi dua dakwaan penculikan serta dua dakwaan kekejaman anak tingkat pertama. Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa tersangka juga memiliki surat perintah penangkapan aktif atas kasus penculikan bayi di Alabama pada Agustus 2021.
Ibu korban, Elica Redding, awalnya menitipkan kedua anaknya kepada Lakesha Brown yang dikenal melalui grup Facebook khusus ibu hamil sekitar pukul 18.00 sebelum pergi makan malam. Redding mulai curiga ketika pelaku tidak kunjung mengembalikan anak-anaknya dan memberikan alasan palsu mengenai kecelakaan serta rumah sakit.
Letnan Christapher Butler menjelaskan bahwa tersangka diduga memanfaatkan media sosial untuk mendekati korban dan mendapatkan kepercayaan penuh sebelum akhirnya membawa kabur anak-anak tersebut. Modus operandi ini menunjukkan bagaimana pelaku memangsa ibu-ibu muda yang mencari bantuan pengasuhan.
Meskipun tersangka sempat kooperatif saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik, pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih rinci mengenai motif di balik tindakan penculikan tersebut. Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak berwenang di Atlanta untuk mendalami kemungkinan adanya korban lain.
Penangkapan ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua agar lebih berhati-hati dalam memilih layanan pengasuh anak yang ditemukan melalui platform digital. Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi latar belakang individu yang akan diberi kepercayaan menjaga anggota keluarga.