Pemerintah Indonesia menyiapkan program perbaikan kualitas buku pelajaran untuk tingkat sekolah dasar hingga menengah atas guna mendongkrak standar mutu pendidikan nasional.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran menteri dan kabinet melakukan kajian mendalam dengan meninjau langsung standar buku ajar di sejumlah negara sahabat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Intinya kita mau memperbaiki kualitas buku ajar bagi seluruh adik-adik peserta didik kita mulai dari SD, SMP, maupun SMA," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Langkah strategis tersebut diambil setelah kepala negara melihat langsung kondisi fisik buku pelajaran saat melakukan kunjungan kerja ke berbagai sekolah di Tanah Air.
Evaluasi Fisik Buku dan Inovasi Digital Pendidikan
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan kepala negara menyoroti masalah kualitas fisik buku yang mudah rusak serta ukuran cetak huruf dinilai terlalu kecil bagi anak-anak.
Pemerintah telah mengumpulkan sampel buku pelajaran dari negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, hingga Vietnam untuk dipelajari oleh tim gabungan kementerian.
Tim khusus yang melibatkan unsur pendidikan serta Bappenas dibentuk guna merumuskan pembaruan materi dan standar percetakan buku ajar yang lebih baik ke depannya.
Selain perbaikan fisik, pemerintah juga menyiapkan inovasi digital berupa buku yang bisa diakses secara daring dan terhubung langsung dengan layar pintar di kelas.