Presiden Prabowo Subianto melakukan pengecekan satu per satu buku pelajaran yang digunakan para siswa sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
"Presiden mengecek satu per satu buku pelajaran yang digunakan para siswa, mulai dari kualitas bahan, ukuran huruf, hingga kenyamanan saat dibaca," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemeriksaan tersebut melibatkan berbagai tumpukan buku pelajaran dari dalam negeri maupun negara tetangga sebagai bahan pembanding dan penyempurna materi.
Pemerintah berharap pembaruan buku ajar ini membuat siswa lebih betah membaca buku fisik sekaligus mengurangi tingkat ketergantungan anak pada gadget.
Prabowo Minta Desain Ulang Buku Kelas 1 hingga 3 SD
Instruksi khusus diberikan oleh Presiden Prabowo agar buku pelajaran kelas 1 sampai 3 SD didesain ulang dengan ukuran garis lebih besar guna memperbaiki kebiasaan menulis anak.
Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden melihat adanya kecenderungan siswa saat ini menulis dengan huruf yang terlalu kecil.
Langkah pembaruan ini juga bertujuan menumbuhkan kembali kepercayaan diri anak dalam mencatat materi pelajaran secara manual di sekolah.
Kebijakan kembali ke buku fisik ini merujuk pada langkah sejumlah negara di Eropa yang mulai mengurangi ketergantungan siswa terhadap perangkat gawai.