Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengajak Korea Utara berunding untuk mengakhiri status perang berkepanjangan serta membahas penghentian pengembangan senjata nuklir di Semenanjung Korea.
Berdasarkan laporan media internasional pada Sabtu (15/8), seruan tersebut disampaikan Presiden Lee Jae Myung saat berpidato di hadapan publik dalam rangkaian upacara peringatan Hari Pembebasan ke-81.
"Mari kita singkirkan niat saling mengancam dan mulai berdiskusi untuk mengakhiri perang panjang ini sebagai pihak yang terlibat langsung," tegasnya dalam acara tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis Kabayan News, langkah diplomasi ini menunjukkan komitmen Seoul menggantikan sistem gencatan senjata yang rapuh dengan rezim perdamaian permanen.
Meskipun pihak Pyongyang belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai inisiatif damai berulang dari Seoul, Presiden Lee tetap bertekad melanjutkan upaya dialog lintas batas.
Sebagaimana dilaporkan dalam catatan sejarah, kedua negara di semenanjung tersebut secara teknis masih berada dalam status perang karena Perang Korea 1950 hingga 1953 hanya berakhir melalui gencatan senjata.