Mukhlis Takabeya menjabat sebagai Bupati Bireuen ke-7 untuk periode masa bakti 2025-2030 setelah memenangkan kontestasi Pilkada 2024. Pria kelahiran Gampong Alue Krueb, Bireuen, pada 15 Januari 1972 ini tidak hanya dikenal sebagai politisi dari Partai Golkar, melainkan juga seorang pengusaha konstruksi yang telah berkecimpung di industri sejak tahun 1996.
Sebelum menempati posisi pimpinan daerah, pria yang akrab disapa Haji Mukhlis ini memimpin PT. Takabeya Perkasa Group. Perusahaan tersebut tumbuh pesat di bawah komandonya setelah bermula dari sebuah CV yang didirikan bersama istrinya, Sadriah, pada tahun 2000. Pengalamannya di dunia konstruksi dimulai saat ia terlibat dalam pembangunan jembatan Teupin Gapeuh di Aceh Utara sesaat setelah menamatkan studi di Politeknik Negeri Lhokseumawe.
Jejak politiknya dimulai saat ia mendampingi abang kandungnya, Saifannur, dalam Pilkada Bireuen 2017 sebagai ketua tim sukses. Kesuksesan mengantarkan Saifannur menjadi Bupati Bireuen kala itu membuka jalan baginya untuk semakin dalam terlibat dalam organisasi. Hingga akhirnya, ia dipercaya memimpin DPD II Partai Golkar Bireuen pada tahun 2020 melalui Musda yang menetapkannya secara aklamasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKiprahnya di kancah politik memuncak saat ia menggandeng Ir. Razuardi Ibrahim untuk mendaftar ke KIP Bireuen pada 29 Agustus 2024. Pasangan Mukhlis-Razuardi berhasil meraih 122.898 suara atau 55,58% dari total suara sah, mengungguli para pesaingnya dalam pemilihan bupati dan wakil bupati yang telah dikukuhkan kemenangannya setelah melalui proses sengketa di Mahkamah Konstitusi.
Rekam Jejak Organisasi dan Prestasi Olahraga
Selain karier politik dan bisnis, Mukhlis Takabeya aktif dalam berbagai organisasi sosial dan olahraga di Kabupaten Bireuen. Ia dipercaya menahkodai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bireuen sejak tahun 2018 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa untuk menggantikan pengurus sebelumnya.
Di bawah kepemimpinannya di KONI, prestasi atlet Bireuen mengalami lonjakan signifikan. Pada gelaran Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV di Pidie, kontingen Bireuen berhasil membawa pulang 31 medali emas, 38 perak, dan 47 perunggu, yang menempatkan daerah tersebut di peringkat ke-6 klasemen akhir.
Capaian tersebut menjadi peningkatan besar jika dibandingkan dengan perolehan pada PORA XIII di Jantho tahun 2018. Kala itu, Bireuen tercatat hanya mampu menduduki peringkat ke-19 dari 23 kabupaten/kota dengan koleksi 2 medali emas, yang menjadi bukti nyata keberhasilan manajemen yang ia terapkan dalam pembinaan olahraga.
Selain aktif di KONI, ia juga tercatat memegang peran sebagai Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen dan Ketua Harian Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Bireuen. Keterlibatannya dalam berbagai bidang ini mencerminkan dedikasi pria berusia 54 tahun tersebut dalam membangun ekosistem sosial, budaya, dan olahraga di wilayah Bireuen sebelum ia menjalankan tugas sebagai kepala daerah.