Kelurahan Kampung Melayu berada di kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, dengan luas wilayah mencapai 47,83 hektar serta terdiri atas 114 Rukun Tetangga dan 8 Rukun Warga. Wilayah ini berbatasan langsung dengan sejumlah kelurahan lain serta dialiri oleh aliran Sungai Ciliwung yang membuat kawasan tersebut memiliki catatan historis tersendiri.
Berdasarkan catatan sejarah, kawasan ini mulai dijadikan tempat pemukiman tentara VOC dari kalangan orang Melayu pada paruh kedua abad ke-17. Pemukiman tersebut berada di bawah pimpinan Kapten Wan Abdul Bagus, seorang tokoh penting yang merupakan anak dari Encik Bagus kelahiran Patani, Thailand Selatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKapten Wan Abdul Bagus dikenal sebagai perwira yang cerdas dan piawai dalam menjalankan tugas administratif maupun lapangan bagi Kompeni. Selama masa hidupnya, ia sering terlibat dalam berbagai pertempuran penting di berbagai daerah sebelum akhirnya wafat pada tahun 1716 dalam usia 90 tahun.
Kedudukannya sebagai pemimpin kelompok orang Melayu kemudian digantikan oleh putranya setelah ahli waris terdahulu meninggal dunia. Hingga kini, kawasan tersebut tetap dikenang sebagai salah satu wilayah bersejarah di Jakarta Timur yang terus berkembang seiring dinamika perkotaan.
Batas Wilayah dan Kondisi Geografis Kampung Melayu
Wilayah Kelurahan Kampung Melayu dikelilingi oleh batas-batas administratif yang strategis di kawasan Jakarta Timur. Di sebelah utara, wilayah ini berbatasan dengan jalur rel kereta api Kelurahan Kebon Manggis yang masuk dalam wilayah Matraman.
Sementara itu, di sebelah barat wilayah ini dibatasi oleh Jalan Sungai Ciliwung serta Kelurahan Bukit Duri yang berada di wilayah Tebet. Batas sebelah timur terbentang di sepanjang Jalan Jatinegara Barat dan Jalan Matraman Raya yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Bali Mester.
Adapun di sebelah selatan, wilayah kelurahan ini berbatasan dengan Jalan Kampung Melayu Kecil serta Kelurahan Bidara Cina. Posisi geografis tersebut menempatkan kawasan ini berada di lokasi yang cukup padat aktivitas transportasi harian.
Kendati menjadi salah satu simpul transportasi umum yang penting di Jakarta Timur, wilayah ini juga dikenal rentan terhadap genangan air karena letaknya yang berada tepat di tepi aliran Kali Ciliwung.