Revolusi Bolivarian atau dikenal dalam bahasa Spanyol sebagai Revolucion bolivariana adalah sebuah proses politik serta revolusi sosial berkelanjutan di Venezuela. Berdasarkan analisis awak media, gerakan ini dirintis oleh mendiang Presiden Hugo Chavez yang mendirikan partai Fifth Republic Movement serta United Socialist Party of Venezuela.
Mengutip laporan sejarah, nama gerakan ini diambil dari tokoh revolusioner awal abad ke-19 yaitu Simon Bolivar yang memimpin kemerdekaan sebagian besar wilayah Amerika Selatan bagian utara dari kekuasaan Spanyol. Chavez bersama para pendukungnya bertujuan membangun koalisi antar-Amerika guna menerapkan prinsip sosialisme, nasionalisme, serta ekonomi yang dikendalikan oleh negara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut pengamatan tim redaksi, kemenangan Chavez dalam pemilihan presiden Venezuela tahun 1998 menjadi titik awal pembentukan konstitusi baru serta berbagai program kesejahteraan sosial berbasis pendapatan minyak yang disebut Misi Bolivarian. Namun sepeninggal Chavez pada tahun 2013, situasi politik serta ekonomi di negara tersebut mengalami kemunduran signifikan di bawah kepemimpinan Nicolas Maduro.
Sebagaimana dicatat dalam berbagai kajian internasional, kebijakan Chavismo mencakup nasionalisasi perusahaan, program sosial masyarakat, hingga penolakan terhadap reformasi liberalisasi ekonomi dari lembaga keuangan global. Meskipun sempat menginspirasi gelombang kiri di Amerika Latin, program tersebut menghadapi banyak tantangan berat termasuk kritik terkait tata kelola dan krisis ekonomi dalam negeri.