Cekoslowakia atau Ceko-Slowakia merupakan sebuah negara berdaulat yang pernah berdiri di kawasan Eropa Tengah. Keberadaan wilayah ini bermula ketika memerdekakan diri dari Austria-Hungaria pada Oktober 1918 sebagai dampak langsung Perang Dunia I.
Masa menjelang dan sesudah Perang Dunia II menjadi periode genting bagi Cekoslowakia akibat kehilangan sejumlah wilayah lewat Persetujuan München. Negara ini sempat bubar menjadi Protektorat Bohemia dan Moravia di bawah kedaulatan Jerman serta Slowakia merdeka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSetelah perang berakhir, Cekoslowakia kembali berdiri namun berubah menjadi negara komunis berekonomi komando pascakudeta tahun 1948. Sistem politik komunis tersebut akhirnya runtuh melalui Revolusi Beludru saat peristiwa Kejatuhan Komunisme.
Pada akhirnya, Cekoslowakia secara resmi membubarkan diri pada tahun 1993 dan terpecah menjadi dua negara merdeka, yaitu Republik Ceko dan Slowakia yang bertahan hingga saat ini.
Pemerintahan dan Sistem Pendidikan di Cekoslowakia
Setelah Perang Dunia II, monopoli politik dipegang oleh Partai Komunis Cekoslowakia atau KSČ. Seluruh partai politik serta organisasi massa disatukan di bawah payung Front Nasional, sementara aktivis hak asasi manusia menghadapi tekanan berat.
Gustáv Husák terpilih menjadi sekretaris pertama KSČ pada tahun 1969 sekaligus menjabat sebagai presiden Cekoslowakia pada tahun 1975. Kebijakan ketat pemerintah saat itu mengendalikan seluruh sendi kehidupan politik dan sosial masyarakat.
Di bidang pendidikan, pemerintah memberlakukan aturan gratis pada semua tingkatan serta wajib belajar bagi anak usia 6 hingga 15 tahun. Sebagian besar penduduk pada masa itu memiliki tingkat melek huruf yang tinggi.
Sistem pelatihan magang serta sekolah kejuruan juga berkembang sangat maju guna melengkapi sekolah menengah umum dan lembaga pendidikan tinggi di seluruh wilayah republik.