Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat lahir di Yogyakarta pada 21 April 1879 dan dikenal luas sebagai dokter rakyat serta pahlawan nasional. Perjalanan hidupnya diabdikan penuh untuk memperjuangkan kemerdekaan serta kesehatan masyarakat luas di tengah keterbatasan masa kolonial.
Latar belakang pendidikannya ditempuh di STOVIA hingga berhasil meraih gelar dokter pada usia muda. Kepeduliannya pada dunia kesehatan bermula dari keprihatinannya melihat warga Ngawi dilanda wabah penyakit pes serta tingginya angka kematian ibu saat melahirkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam kancah pergerakan nasional, ia aktif bergabung dengan Boedi Oetomo dan sempat menjabat sebagai ketua organisasi tersebut. Perannya semakin vital ketika ia dipercaya memimpin Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan atau BPUPKI menjelang kemerdekaan Indonesia.
Melalui kapasitasnya sebagai ketua BPUPKI, ia melontarkan pertanyaan krusial mengenai dasar negara Indonesia merdeka yang kemudian dijawab oleh Soekarno melalui gagasan Pancasila. Hingga akhir hayatnya pada 20 September 1952, ia terus mengabdi bagi bangsa lewat jalur legislatif.
Jejak Perjuangan dan Gelar Pahlawan Nasional Radjiman
Kontribusi besar Radjiman dalam mempersiapkan kemerdekaan Republik Indonesia membuatnya diabadikan sebagai salah satu tokoh sentral sejarah bangsa. Ia turut mendampingi Soekarno dan Mohammad Hatta menemui petinggi militer Jepang di Saigon pada tahun 1945.
Pasca-proklamasi kemerdekaan, dedikasinya tidak surut dengan aktif melayani masyarakat di Dusun Dirgo, Ngawi, serta mengabdi sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada periode awal kemerdekaan.
Pemerintah Republik Indonesia kemudian menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepadanya pada tanggal 6 November 2013 atas jasa-jasa luar biasa dalam membangun fondasi negara.
Rumah kediamannya di Ngawi kini telah menjadi situs bersejarah yang menyimpan banyak memori penting perjuangan kemerdekaan serta kedekatannya dengan para pendiri bangsa.